HomeArchive by Category "Olahraga"
Posted in Olahraga

Juventus vs AC Milan: Ronaldo vs Ibrahimovic

Juventus dan AC Milan akan bertemu di semifinal Coppa Italia. Berarti tandanya, akan ada duel Cristiano Ronaldo dengan Zlatan Ibrahimovic. Ibrahimovic sendiri berhasil membuktikan diri bahwa ia bisa memberikan dampak yang positif semenjak kedatangannya di AC Milan pada pertengahan musim ini. Posisi Milan sendiri di Liga Italia juga ikut merangkak naik. Tak Cuma itu, mereka bahkan bisa melaju di ajang Coppa Italia ini.

Duel Ronaldo vs Ibrahimovic di Coppa Italia

Ibrahimovic juga bahkan ikut mencetak gol dalam kemenangan Milan dengan skor 4-2 atas Torino pada babak perempat final. Sejak kedatangannya ke Milan, Ibrahimovic sendiri mampu mencetak 2 buah gol dalam 5 pertandingan. Tak Cuma itu, Milan juga mencatat 5 kemenangan dan 1 hasil imbang setelah kedatangan Ibrahimovic.

Sedangkan untuk Ronaldo, ia juga tengah berada di kondisi yang bagus saat ini. CR7 telah mencetak total 20 buah gol dalam 26 pertandingan di musim ini. Ronaldo pun selalu mencetak gol dalam 5 laga terakhir yang dimainkannya.

Walaupun Ibrahimovic tidak dimainkan sejak menit pertama dan Ronaldo juga disimpan pada babak perempat final, kedua bintang togel singapore hari ini itu diyakini akan diandalkan pada babak semifinal. Hal ini karena Juventus dan Milan Cuma tinggal berjarak 2 langkah saja melenggang ke gelar juara. Milan bakal lebih dahulu menjamu Juventus di tanggal 12 Februari. Laga leg keduanya akan digelar di Stadion Allianz tepatnya tanggal 4 Maret.

Ibrahimovic yang saat ini berusia 38 akan berhadapan dengan Ronaldo yang umurya 4 tahun lebih muda darinya. Akan tetapi, keduanya bahkan masih bisa membuktikan upaya dan kemampuannya yang lebih baik daripada striker yang usianya lebih muda.

AC Milan Telah Kalahkan Torino

AC Milan berhasil melenggang ke babak semifinal Coppa Italia setelah mereka mengalahkanTorino dengan skor 4-2 melalui babak tambahan dalam laga yang digelar di Stadion San Siro hari Rabu (29/1) dini hari waktu Indonesia bagian barat.

Milan pasalnya mampu tampil menyerang serta menghasilkan peluang di menit awal lewat Ante Rebic. Rossoneri juga lalu mencetak gol di menit ke-14. Rebic mampu tampil sebagai penyedia umpan untuk Giacomo Bonaventura. Keunggulan 1-0 kemudian membuat Milan semangat untuk mencetak gol kedua. Kemudian Il Diavolo Rosso bisa mendominasi penguasaan bola kemudian sempat memilili kans lewat sepakan dari Samu Castillejo dan juga Rebic.

Milan malahan kebobolan di menit ke-34. Gleison Bremer kemudian menuntaskan skema serangan balik hasil kerja samanya dengan Simeone Verdi. Untuk mengungguli lawan, kemudian pelatih Stefano Pioli memasukkan Zlatan Ibrahimovic. Dan setelah ia masuk, di menit ke-64, justru Torino yang mana berbalik unggul di menit ke-71. Kemudian Bremer kembali menyarangkan bola ke gawang Gianluigi Donnarumma.

Juventus Bungkam Roma

Sementara itu Juventus berhak melenggang ke babak semifinal setelah berhasil mengalahkan AS Roma dengan skor 3-1 yang bertempat di Stadion Allianz, Rabu (22/1) lalu. Masing-masing gol yang dicetak adalah dari Cristiano Ronaldo, Rodrigo Bentancur dan Leonardo Bonucci. Seluruh gol yang mana dilesakkan Bianconeri ini tercipta pada babak pertama.

Sedangkan satu-satunya gol balasan dari AS Roma adalah berkat gol bunuh diri yang dilakukan kipper Juventus, Gianlugi Buffon, pada pertengahan babak kedua.

Dengan demikian, maka Juventus berhak mendapatkan satu tempat di babak semifinal. Mereka juga akan bertemu dengan AC Milan di babak tersebut.

Posted in Arsenal, Manchester United, Olahraga, Sepak Bola

MU dan Arsenal Melenggang ke Babak 32 Besar Liga Eropa

Kabar baik datang dari Arsenal yang berhasil mengejar ketertinggalan 2 gol dengan menahan imbang klub Standar Liege dengan skor 2-2. The Gunners, dengan ini, dipastikan melaju ke babak 32 besar setelah wasit meniup pluit pertandingan yang mana dihelat di markas Standard, Stade Maurice Durfase, Liege, di laga matchday terakhir dari Grup F Liga Eropa, Jumat (13/12) dini hari.

Arsenal Berhasil Melenggang ke Babak 32 Besar

Dilansir dari CNN Indonesia, Meriam London kelihatannya bisa mendominasi pertandingan. Kabar baiknya adalah mereka berhasil membuat 12 buah tembakan, 6 di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Standard Cuma membuat 6 tembakan saja, dua di antaranya berhasil menyumbangkan skor.

Standar pasalnya unggul 2 gol lebih dulu lewat gol sumbangan Samuel Bastien dan Selim Amallah. Kemudian Arsenal yang tak mau kalah mempertahankan kondisi seri melalui Alexandre Lacazette dan juga Bukayo Saka.

Hasil seri tersebut sudah cukup untuk mengantar Arsenal meraih tiket ke-32 besarnya sebagai juara Grup F dengan raihan 11 buah poin. Hal tersebut terjadi setelah di laga lainnya, Eintracht Frankfurt mesti mengakui kekalahannya dengan skor 2-3 dari Victoria Guimares.

Lalu Standard pun harus pulang juga karena berada di peringkat toto sydney ketiga dengan raihan 8 poin saja. Sementara itu, Frankfurt memastikan mereka mendampingi Arsenal sebagai runner up dengan raihan 9 angka.

Dengan ini, Arsenal menjadi salah satu tim yang mana memastikan langkah di hari terakhir matchday fase grup Liga Europa di musim ini. Matchday fase grup liga ini yang mana mempertemukan Arsenal melawan Standar Liege cukup untuk The Gunners jadi juara Grup F.

Arsenal seperti yang diketahui merupakan runner up yang musim lalu jadi salah satu dari tiga klub Liga Inggris yang memastikan langkahnya ke babak 32 besar Liga Europa.

Manchester United vs AZ Alkmaar

Manchester United pun melenggang sebagai juara Grup F Liga Eropa setelah berhasil mencetak 4 buah gol di gawang AZ Alakmaar di matchday terakhir bertempat di Old Trafford, Jumat (13/12). Di babak pertama, kedua tima pasalnya bermain imbang. Akan tetapi setelah jeda, MU menepuk dada dan langsung memastikan bola keempat kalinya bersarang ke gawang AZ Alkmaar hanya dalam rentang waktu 11 menit saja.

Mason Greenwood pasalnya mencetak 2 gol saja. Sedangkan Ashley Young dan juga Juan Mata yang menendang dari titik penalti masing-masing mencetak 1 buah gol. Dengan demikian, maka MU berhasil mengamankan posisinya di peringkat paling atas Grup L. Mereka mengumpulkan 12 poin, dan poin itu unggul 4 poin dari Alkmaar sebagai runner up.

Manchester United tidak sendiri sebagai asal Inggris yang berhasil melenggang ke babak 32 besar Liga Europa. Wolverhampton yang menemani mereka sebagai klub asal Inggris.

Setelah Arsenal dan Manchester United, ada klub asal Spanyol yang mewakili negara tersebut di Liga Europa. Ketiga klub itu adalah Sevila, Getafe dan Sevilla. Jerman pun diwakili oleh 3 klubnya yaitu Bayer Leverkunsen, VFL Wolfsburg dan Eintracht Frankfurt.

Sayangnya Italia Cuma bisa mengirimkan 2 wakilnya yaitu Inter Milan, dan AS Roma setelah Lazio dikalahkan oleh Rennes dengan skor 0-2 di laga terakhir Grup H dan akhirnya gagal lolos ke babak 32 besar.

Negara yang terbanyak memilikli wakil di fase gugur ini adalah Liga Eropa dengan Benfica, Sporting Lisbon, SC Braga dan FC Proto.

Posted in Olahraga, SEA Games 2019, Sepak Bola, Seputar Olahraga

Pelatih Vietnam Minta Maaf atas Kartu Merah Lawan Indonesia

Park Hang-seo, pelatih timnas Vietnam, meminta maaf atas insiden kartu merah yang didapatkan di pertengahan laga kontra Indonesia di laga final SEA Games 2019 yang berlangsung Selasa (10/12) kemarin. Di laga yang digelar di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, itu Vietnam berhasil menekuk Indonesia dengan skor 3-0.

Park Hang-seo Minta Maaf Pada Indonesia

Akan tetapi hasil positif Vietnam itu sayangnya harus dinodai dengan kartu merah pelatih bandar togel sgp asal Korea itu di menit ke-79. Hang-seo pasalnya terpaksa diusir keluar lapangan setelah ia melakukan protes keras pada wasit Majed Mohamed Alshamrani.

Hang-seo sendiri Nampak tidak terima dengan keputusan wasit dan juga sempat berdebat dengan wasit. Bahkan ia juga memaki Alshamrani dan menunjukkan gesture yang menantang wasit. Akan tetapi, pelatih asal Korea Selatan tersebut akhirnya mau menerima keputusan wasit dan kemudian duduk di tribune penonton.

Setelah pertandingan usai, Hang-seo meminta pada semua pihak atas perilakunya yang buruk di pinggir lapangan. Walaupun berhasil meraih medali emas, dirinya menyadari bahwa aksinya itu tak patut untuk ditiru. “Saya minta maaf atas kartu merah karena sempat lepas kendali. Meski kemenangan adalah hasil yang lebih penting namun saya merasa perlu untuk meminta maaf,” katanya seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

“Sejak ditunjuk sebagai pelatih Vietnam, tujuan saya adalah meraih gelar di Asia Tenggara dan yang terpenting adalah berhasil memenangkan medali emas SEA Games yang belum pernah kami peroleh selama 60 tahun terakhir,” ungkapnya lagi.

Vietnam Disebut Jebak Indonesia di Final

Kabar yang cukup mengejutkan datang dari salah satu mantan pemain Vietnam, Van Sy Hung. Ia menyebutkan bahwa The Golden Star sudah berhasil menerapkan strategi yang mana menjebak Indonesia supaya bisa mausk di final SEA Games 2019.

Indonesia yang memang kalah dengan skor telak 0-3 tanpa balas dari Vietnam di laga final SEA Games 2019 ini membuat Vietnam pertama kalinya meraih gelar juara dan emas di cabang olahraga sepak bola SEA Games 2019.

Van Sy Hung sendiri mengatakan bahwa Hang-seo menerapkan taktik yang mana sangat cermat dan tepat dalam laga melawan Indonesia. Vietnam sendiri menjebak Indonesia dengan membiarkan tim Garuda Muda lebih banyak menguasai bola dibandingkan dengan duel perdana kedua tim itu.  “Park meminta pemain untuk tetap bermain tenang dan membiarkan Indonesia mengontrol bola. Indonesia memiliki lebih banyak penguasaan bola. Namun hanya mengopernya ke belakang dan bertahan di tengah lapangan. Mereka tidak bisa menyerang Vietnam,” ungkap Van Sy Hung dilansir dari CNN Indonesia.

Ia juga menggarisbawahi keunggulan tinggi badan yang dapat dieksplorasi pemain Vietnam. “Pemain Indonesia sangat lah solid. Mereka punya kecepatan, akan tetapi terbatas dalam hal tinggi badannya. Pemain-pemain Vietnam mengeksploitasi kelemahan-kelemahan ini dengan terus menerus mengirim umpan silang kepada Ha Duc Chinh dan Nguyen Tien Linh.”

“Gol pertama lahir dari situasi ini. Hung Dung melakukan umpan silang dari tendangan bebas dan Van Hau menggetarkan gawang milik Indonesia,” imbuh Sy Hung lagi.

Van Sy Hung pun kemudian memuji Hang-seo yang mana dianggap menerapkan taktik yang sempurna pada laga final lawan Indonesia. “Kata sempurna adalah yang paling pas saya ucapkan untuk taktik Park Hang-seo. Indonesia punya banyak penguasaan bola namun tidak membuat kesempatan berbahaya,” tukas Sy Hung yang ditanyai soal ini.