HomeKesehatanRekomendasi Olahraga Selama PSBB: Jalan Santai

Rekomendasi Olahraga Selama PSBB: Jalan Santai

Periode PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) selama darurat pandemic corona ini tak berarti membatasi kegiatan kita untuk berolahraga. Sejumlah kegiatan olahraga pasalnya masih bisa kita lakukan, baik di dalam maupun di luar rumah. Bahkan anda masih bisa melakukannya di komplek perumahan anda. Bagaimana pun, tubuh kita perlu tetap menjaga keaktifannya bergerak selama periode PSBB ini.

Perlunya Aktifitas Fisik Selama WFH dan PSBB

Salah satu olahraga yang bisa menjadi pilihan kita di masa pembatasan sosial dan juga WFH (Work from Home) ini adalah olahraga jalan santai keliling kampung atau kompleks perumahan. Selain menjaga kesehatan dan juga kebugaran tubuh kita, olahraga pun bisa memicu tubuh untuk meningkatkan imunitasnya.

Dokter Andi Kurniawan Sp. KO menyatakan bahwa selama WFH maupun selama PSBB berlangsung, gaya hidup orang-orang seakan tak seaktif sebelum pandemic corona ini masuk ke Indonesia. Aktifitas fisik akan lebih rendah karena waktu di rumah bakal dihabiskan dengan duduk atau hanya rebahan juga. Memang benar, kebanyakan orang yang menghabiskan waktu #dirumahaja hanya duduk menonton drama korea, rebahan, dan yang lebih parah lagi, memasak dan memakan apa saja demi membunuh kebosanan dan waktu luangnya.

“Aktifitas fisik yang menurun ini pasalnya sangat berbahaya utnuk kesehatan. Karena penelitian sendiri membuktikan bahwa mereka yang kuerang gerak bisa terkena obsesitas, kolesterol dan penyakit kronis yang lainnya. Mau tidak mau harus olahraga dan tetap bergerak,” ungkap dr. Andi dilansir dari CNN Indonesia Rabu (14/4).

Olahraga Selama Periode PSBB: Jalan Santai Saja

Olahraga yang paling dianjurkan utnuk waktu-waktu sekarang ini adalah olahraga yang intensitasnya rendah sampai dengan sedang, termasuk juga jalan santai dan jalan cepat. Akan tetapi sebelu, jalan santai di luar rumah, hal yang perlu dipastikan adalah memiliki kondisi tubuh yang sehat. Saat jalan santai keliling kompleks perumahan sampai keliling kampung, juga harus tetap diperhatikan apakah kondisi tubuh kita fit. Dan tetap, kita harus mengindahkan sosial dan physical distancing.

Social dan physical distancing yang harus diterapkan di sini adalah harus tetap menjaga jarak, tidak mengusap keringat menggunakan tangan kita, menggunakan masker dan tak menyentuh benda apapun saat berjalan sehat. Sebaiknya, olahraga juga dilakukan selama maksimal 30 menit sampai dengan satu jam saja tiap harinya.

“Jangan melakukan olahraga yang intensitasnya tinggi yang bisa menyebabkan olahraga togel online terbesar yang intensitasnya tinggi. Karena itu bisa menyebabkkan ngos-ngosan dan akan mengganggu pernapasan dan takutnya malah menurunkan imunitas tubuh kita,” tambah dokter yang juga menjadi Direktur SPPOI-Eminence yang dimiliki oleh pemerintah tersebut.

Akan tetapi rutinitas jalan santai selama waktu yang sudah dianjurkan saja belum lah cukup untuk tetap menjaga tubuh dari bahaya penyakit. Dokter Andi juga menyatakan bahwa olahraga mesti dibarengi dan diseimbangkan dengan aktifitas lainnya yang dianggap sebagai bagian dari daily exercise. “Kalau habis olahraga terus rebahan lagi, duduk-duduk seharian, ya tidak berpengaruh juga. Tapi minimal berdiri, jalan di area rumah dan lakukan lah gerakan-gerakan lainnya karena itu penting,” ungkap Andi.

“contoh yang paling gampang, sebelum dalam keadaan normal minimal kita bisa mencapai 4.000 sampai dengan 5.000 langkah per hari. Sekarang mau cari 2.000 langkah saja susah. Maka dari itu, selain berolahraga rutin, perlu juga ditambah dengan aktifitas sehari-hari,” pungkasnya. Jadi, tidak ada alasan tidak berolahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *